Sabtu, 31 Mei 2014

Jatuh Cinta yang Sebenarnya

pernahkah kau merasakan jatuh cinta yang amat mendalam, padahal kau bertemu denganya saja tidak pernah? bahkan, kau belum pernah bertatap muka di sosial media manapun? dia tidak mengenalmu, tapi kau sangat mengenalnya. kau sering melihatnya, tapi dia tak pernah melihatmu. kau hanya menatapnya dari angan-angan bawah sadarmu, membayangkan jika suatu hari dirimu dengannya akan bertemu.... 

ya, aku merasakannya. ini yang sedang kualami saat ini.


setiap mendengar namanya,

jantungku langsung berdetak kencang. bulu kudukku berdiri, dan tak kuasa melihat keindahanmu. padahal, aku hanya melihat mu di layar kaca yang senangtiasa memberikan keindahan jiwamu.
ya.. aku merasakan keindahan itu. aku merasakan kegagahanmu. 
ya, aku sangat mengenalmu. seakan akan kita adalah dua hati yang telah bertemu bertahun tahun.
padahal sebenarnya, kita bertemu saja tidak pernah.

siapa yang tidak kenal dengannya?

semua orang memujamu. 
semua orang ingin bertemu denganmu.
semua orang berandai andai ingin menyentuhmu. menaklukkanmu.
dan aku hanyalah butiran debu dari jutaan orang yang mencintaimu.
ah,
kau begitu dicintai banyak orang..
apakah aku bisa menggapaimu?

pertama kali ku mengenalmu mungkin saat aku duduk dikelas 2 SD. ya. hampir 11 tahun aku mengagumi mu.

kadang, orang menganggapku aneh.
kenapa kau bisa begitu cintanya dengan dia padahal bertemu saja tidak pernah? kau hanya membayangkannya dalam khayalan imajinasimu sendiri. kau gila!
sekarang aku ingin berbalik tanya kepada kalian.
adakah alasan untuk jatuh cinta pada seseorang?
jika kau berkata iya dan kau langsung mendeksripsikannya karena ketampanannya, kebaikannya, kelembutannya, itu semua adalah omong kosong.
karena menurutku, jatuh cinta yang sebenarnya adalah.......jatuh cinta tanpa alasan. kau tidak bisa mendeksripsikannya. semuanya terjadi begitu saja. tidak ada kata yang bisa menjelaskan. tidak dibuat-buat, tidak memaksakan. saat pertama kali ku melihatnya, aku langsung merasakan gejolak cinta yang amat mendalam. dan aku langsung mempunyai kesimpulan bahwa dialah masa depanku. semua tentangmu, aku suka. dan aku entah mengapa tidak bisa menjelaskannya kenapa hal ini bisa terjadi. mungkin inilah jatuh cinta yang sebenarnya. apa adanya.

dia mungkin tak pernah mengetahui keberadaanku. bahkan sepertinya, menganggapku ada saja tidak pernah.

namun,
dia selalu kusebut dalam doaku. mungkin Tuhan bosan mendengar namanya, tapi dia tak pernah luput dari ingatanku.
dia membuat ku ingin mewujudkan cita-citaku.
dia yang mengajarkan ku bahwa semua orang berhak mempunyai mimpi. sebesar apapun mimpi itu. dan aku tidak takut akan hal itu. 
dia membuatku percaya bahwa segala sesuatu akan terjadi jika aku terus yakin dan percaya bahwa aku bisa. aku bisa menaklukkannya. menaklukkan dia.
"lelah?" Jujur, iya. tapi setiap aku ingin menyerah, hati meminta berjuang lagi. karena, dia sudah terlanjur menyatu dalam jiwaku. logika pun berkata "masa cuma segini? perjalanan masih panjang!" jadi, aku kembali. aku kembali berjuang. berjuang mewujudkan mimpiku, bertemu dengan dia. walau kutahu ini sulit, tapi dia telah mengajarkanku bahwa aku tidak boleh menyerah dengan keadaan. sesuatu pasti bisa terjadi, jika aku terus berusaha.










oh iya, aku lupa menyebutkan namanya.
dia bernama Inggris.




Kamis, 15 Mei 2014

Dibalik Pembuatan Film Dokumenter Pangsud 14

alhamdulilah, film ini akhirnya bisa selesai tepat waktu:) kurang lebih pembuatan film ini 6 bulan. bisa dibilang pembuatan film ini penuh perjuangan banget, karna gue gak punya modal apa-apa. iya. cuma modal tripod. akhirnya gue punya teman yang mau berbaik hati minjemin handycam nya ke gue dan Ayu bahkan sampe nginep 3 bulan. sebut saja Fadhli wkwk. Sarah pun juga berbaik hati minjemin handycamnya sehingga gue dan Ayu bisa dengan mudah merekam kejadian-kejadian fenomenal di sekolah, jadi kita megang handy masing-masing yang tentunya punya orang haha, beberapa direkam sama Fadhli & Kentji juga, dan tentunya alami dan tidak dibuat-buat. untuk pendukung, gue juga minta video-video dan foto ke setiap perwakilan kelas kayak Abdis, Fera, Dimas, Rifqi, Zhafira, Mute, dll. juga wawancara pendapat kelas 11 ke Andini, Riva, Nada, Bagas, Dimas, Delly, Mahesa. minta wawancaranya juga perjuangan banget, kita sampe dikacangin sama anak-anak kelas 11 karna gaada yang mau diwawancara (lebih tepatnya malu). yaudah akhirnya merekalah yang berbaik hati mau diwawancara:') terimakasih adik-adik! 

sebenernya ada juga komentar dari kelas 10 tapi karna durasi udah panjang banget dan suara mereka kurang jelas (karna gue rekamnya pake slr *alhamdulilah akhirnya punya kamera*) akhirnya nanti mereka gue masukin ke video "dibuang sayang" tunggu tanggal mainnya!;D

laptop pun gue kurang modal. karna you know lah laptop gue kayak gimana hahaha. akhirnya gue minjem laptop bokap gue yang nganggur, jadi gue buat filmnya pake 2 laptop biar lebih gampang. waktu pembuatan film ini juga laptop sering eror dan bikin stres. dan juga gue harus bagi waktu antara ngedit film sama belajar. dimana waktu itu kalo disuruh milih gue lebih milih ngedit film dibanding belajar HAHA tapi karna udah kelas 3 jadi dikurang-kurangin waktu ngeditnya. apalagi dulu deadline bilangnya bulan februari, gue pusing banget kalo telat dari deadline. tapi akhirnya eo nya berbaik hati sampe akhirnya deadlinenya bulan april:'D 

pengambilan gambarnya juga gak gampang. tiap hari selama hampir 6 bulan bisa dibilang pasti tiap hari bawa kamera+tripod kemana-mana. iya berat banget. nyari inspirasinya juga setengah mati sampe-sampe pas lagi tidur disekolah gue sampe mimpi gitu kayak ngedapetin inspirasi akhirnya terciptalah countdown timer seperti itu hhe. di pelajaran MTK Fisika Kimia pun gue kadang nyari inspirasi film wkwk:)) kadang gue juga berbagi ide dan pendapat ke Ayu, Nadira, Talitha, Alyaa, Cana, Acit, mereka ngebantu gue banget:* gue juga jadi sering bengong gitu di balkon sekolah cuma gara-gara pengen dapetin "ilham". terus juga kayak aktivitas anak-anak dateng kesekolah pagi-pagi itu gue mesti stand by di pangsud dari jam 06.15. belum lagi anak-anaknya yang dadah dadah ke kamera karna itu mengganggu banget pas di timelapse sampe akhirnya Talitha megang kertas gede tulisannya "JANGAN LIAT KAMERA! BIASA AJA KELES" saking keselnya. haha. gimana engga, kita udah sering ngulang berkali kali, nunggu ditengah lapangan sejam dan masih sering kejadian anak-anak sadar kamera terus narsis gitu bahkan sampe guru pun juga:") dari sekian banyak timelapse dan perjuangan kita nunggunya bahkan waktu itu handycam hampir kena bola, banyak yang gagal dan akhirnya cuma sedikit yang bisa masuk film. mungkin kalo kebanyakan timeplapse juga aneh kali ya. dan waktu bagian timelapse depan pangsud itu gue sama Ayu sampe bela-belain lesehan di trotoar. iya duduk. kondisi waktu itu lagi rame banget abis bubaran shalat jum'at, diliatin setiap orang yang lewat, tapi gue gak peduli karna kalo gue gak berjuang kayak gitu hasilnya gak bakal maksimal hhe. jadi yang namanya diliatin anak sepangsud itu udah biasa:''''D

gue pun mesti nyeleksi video-video yang mungkin ada 400an. belom lagi bagian-bagian yang mesti di cut. karna filmnya ditayangin di perpisahan yang otomatis diliat sama orang tua, guru, dan orang yayasan, jadinya gue mesti masukin video yang istilahnya lulus sensor wkwk. makanya nanti gue mau buat video "dibuang sayang" jadi yang gak lulus sensor bisa diliat juga hhe. film ini juga beberapa kali diubah, karna di revisi sama guru dan pengamat film kayak Talitha Nadira Alyaa sama Ayu dan pada akhirnya terciptalah seperti ini.


mungkin film gue ini masih banyak kekurangan, tapi gue buat film ini semampu yang gue bisa. karna gue pengen semua kenangan yang udah kita ukir selama 3 tahun ini bisa dihadirkan kembali lewat film ini. dari mulai mos, ldki, jalan-jalan, gue berjuang nyari dokumentasinya kesana kemari. akhirnya bisa dapet dan kalian bisa kenang lagi memori itu:) sedih banget sebenernya ninggalin pangsud. waktu proses editing aja kadang gue suka sedih mau nangis karna inget bentar lagi mau lulus. tapi waktu terus memaksa kita untuk berjalan, gak selamanya kita bakal bisa bareng-bareng lagi. karna pada dasarnya manusia diciptakan untuk pindah.

terimakasih pangsud atas waktumu untuk kami selama 3 tahun.
masa-masa terindah, terngeselin, tercapek, terkocak, terkenang, terharu, tersorak bahagia, tercampur aduk. semuanya ada di sini.



inilah mesin waktumu.